DONASI

Tampilkan postingan dengan label Khazanah7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khazanah7. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Januari 2014

Khazanah Ensiklopedia Islam : Tazkiyatun Nafs

Khazanah Ensiklopedia Islam : Tazkiyatun Nafs
Edisi Senin, 13 Januari 2014.

Tazkiyatun Nafs


Khazanah Trans 7
Secara bahasa, tazkiyatun nafs berarti menyucikan jiwa. Saat hati kita bersih maka setan akan menangis. Godaan yang kita dapati dari mereka akan lebih mudah kita tolak.

“Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan. Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukan dengan Allah” (QS: An-Nahl; 99-100)

Dalam kontek pengaruh secara langsung semisal kesurupan maupun tidak langsung semisal sikap sombong, riya’, kikir, dan lainnya. Setan sangat memungkinkan untuk mengendalikan manusia yang menjadikannya sebagai tempat meminta selain Allah. Naudzubillah.

Penyembah Berhala
Hal yang lebih parah terjadi pada kaum musyirikin mekkah sebelum Rasulallah diutus oleh Allah untuk menyampaikan Al Qur’an dan Hadits untuk menyucikan jiwa bangsa arab jahiliyah. Saat itu, masyarakat Quraishy menyembah berhala Latta dan Uzza disamping Allah.

“Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata,” (QS: Al Jumu’ah; 2)

Maka, diutuslah Rasulallah kepada bangsa arab yang memuja berhala untuk kembali menyucikan jiwa mereka sekaligus mengembalikan Ka’bah sebagai rumah Allah yang suci. Sehingga akan mengembalikan tatanan social masyarakat bangsa arab dan menjadikan mereka bangsa yang memiliki tingkat peradaban yang tinggi.

“Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS: As-Syams; 9-10)

Tazkiyatun Nafs (menyucikan jiwa)
Jadi, jika kita ingin mendapatkan cahaya (petunjuk) Allah, maka kita harus menyucikan jiwa kita terlebih dahulu. Cintailah Allah dengan sebenar-benarnya cinta, jangan sampai ada sesuatu apapun disampingnya. Jangan kita termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah.

“Dan diantara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapaun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS: Al Baqarah; 165)

Renungkanlah sebelum hari itu tiba. 

Wallahu A'lam.




Read More

Khazanah Ensiklopedia Islam : Godaan Setan

Khazanah Ensiklopedia Islam : Godaan Setan
Edisi Ahad, 11 Januari 2014.

Godaan Setan

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabbarakatuh

Khazanah
Allah berfirman ;

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Rabbmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkan mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (QS. Al An’am:112)

Kemudian, renungi terjemah surah Al Hijr ayat 39-40 ;

“Iblis berkata: “Ya Rabbku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
keculi
 hamba-hamba Engkau yang mukhlis* diantara mereka”.” (QS. 15: 39-40)

*Mukhlis adalah orang yang ikhlas karena Allah

Siapa setan tersebut? Setan adalah mereka yang ingkar kepada Allah dan berusaha menyesatkan manusia sebanyak-banyak-nya. Mereka ada yang dari golongan jin, adapula yang dari golongan manusia.

Simbol (tangan) Satanic
Di zaman modern ini wujud setan sudah beragam, bahkan yang paling tinggi tingkatan-nya adalah pemujaan terhadap setan, mereka sering disebut satanic/freemanson/illuminati. Mereka jelas-jelas telah menyekutukan Allah dengan setan dan menjalankan segala tipu daya yang dibisikkan oleh setan.

Yang bisa anda rasakan sekarang adalah digunakan-nya sistem ekonomi riba didunia perbankan, faham – faham menyesatkan seperti hak asasi manusia yang melegalkan pernikahan sejenis, maupun sekulerisme yang kian menjauhkan manusia dari agama.

Padahal Allah telah berfirman dalam surah Al Ma’idah ayat 3 untuk menunjukkan kepada umat Islam bahwa agama Islam telah sempurna dan diridoi Allah sebagai pegangan hidup. Sungguh aneh jika kita menjauh dari agama dalam menjalankan roda pemerintahan.

Pemikiran – pemikiran tersebut merupakan suatu pangkal dari usaha-usaha setan dalam menyesatkan manusia. Dari mana setan mampu memperdayakan manusia? Berikut cara mereka membisikkan godaan-nya :
                                                               1.      Kebodohan

bodoh beteman dengan
setan
Kebodohan adalah suatu kebakhilan dan sangat dilarang keras oleh agama. Islam menjunjung tinggi ilmu termasuk ilmu agama dan ilmu pengetahuan alam. Bahkan ketika kita meninggal akan ditanya tentang bagaimana kita menggunakan ilmu yang kita miliki. Bahkan dikatakan setiap kita mengkaji ilmu tak ubahnya sebagai berdzikir kepada Allah.

      2.      Amarah

Sikap emosional yang berlebih merupakan salah satu sarana setan membisikkan tipu daya-nya. Karena, saat itu manusia berada dalam kondisi yang kurang stabil, baik raga maupun jiwa-nya. Maka, sudah sewajarnya kita untuk menjaga amarah kita jika tertimpa suatu hal yang tidak kita inginkan.

   
      3.      Cinta Dunia

harta dunia
Tanda akhir dunia adalah terjangkitnya penyakit Wahn dalam setiap diri manusia. Wahn adalah mencintai dunia dan takut mati. Manusia berpenyakit Wahn cenderung akan mencintai harta, merasa berat jika kehilangan, serta mati-matian mengejar-nya. Sedang urusan akhirat, mereka menutup telingan dan tak mau memikirkan-nya.

Sebaik-baik orang adalah orang yang mau mencoba untuk berbuat baik dan mencoba melawan godaan setan semampu kita. Maka, mendekatkan diri kepada-Nya sangat perlu untuk meningkatkan kemampuan kita menahan godaan setan tersebut.

Hindari dua aspek berikut :

a.       Pola Pikir :
·         Panjang angan
·         Menunda berbuat baik
·         Kikir dan rakus
·         Mendahulukan karir dunia dan mengakhirkan ibadah

b.      Penyakit Hati :

§  Sombong
§  Ujub –membanggakan diri sendiri–
§  Gila pujian dan gila hormat
§  Riya’ –memperlihatkan kebaikan dihadapan orang lain–.

Semoga kita senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Semoga kita mampu memahami petunjuk Allah dengan bijak. Agar kita tidak terjerumus ke dalam lubang angan-angan setan. Dan semoga kita termasuk orang-orang mukhlis. Aamiin.

“Prioritaskan akhirat lebih besar daripada dunia. Tetapi, jangan melupakan urusan dunia. Walaupun kecil, tetapi akan berdampak besar terhadap kehidupan akhirat jika kita melupakan-nya. Di sini kita akan menentukan seperti apa kita nanti disana.” Dari ustad Yusuf Mansur. –kesalahan redaksi penulisan tanggung jawab penulis–. Maaf kalau ada salah kata.

Wallahu A’lam. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabbarakatuh.
  



Read More

Khazanah Ensiklopedia Islam : Sunnatullah (Fenomena Alam)

Khazanah Ensiklopedia Islam : Sunnatullah (Fenomena Alam)
Edisi Kamis, 9 Januari 2014.

Sunnatullah (Fenomena Alam)


Sunnatullah merupakan suatu ketetapan Allah yang pasti terjadi dan merupakan hak Allah untuk mengatur makhluk ciptaan-Nya. Hal tersebut dimaksudkan agar tercipta keadaan indah, tertib dan sempurna.

Salah satu Sunnatullah adalah fenomena alam seperti petir, banjir dan bencana alam lainnya. Fenomena tsunami dan gempa dahsyat di Aceh, banjir, sampai turunnya salju di kawasan timur tengah merupakan suatu anomali iklim yang harus dilakukan oleh alam untuk mengembalikan keseimbangan yang mulai di rusak oleh ulah manusia.

Fenomena alam sejatinya harus kita maknai dengan bijak, yaitu dengan mempelajari dan merenungi-nya, seperti firman Allah berikut,

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (QS: Ali ‘Imraan ; 190)

Bencana Alam sebagai akibat
perbuatan manusia
Jadi, Allah sudah mengisyaratkan manusia untuk mempelajari dan merenungi setiap fenomena alam sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lewat alam pula Allah mengingatkan kita akan besarnya karunia Allah kepada manusia,

“Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu. Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus-menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan malam dan siang bagimu. Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS: Ibraahim; 32-34)

Pelajaran yang mampu kita ambil adalah bahwa Allah tak akan membinasakan suatu kaum yang beriman, kecuali jika umat itu menyekutukan-Nya. Sesuai firman Allah di surah Al A’raaf ayat 96 beikut,

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”(QS: AL A’raaf; 96)

Petra (Yordania), bekas reruntuhan
kaum Tsamud yang diperlihatkan Allah
untuk kita.
Dari ayat di atas, jangan sampai kita terkena akibat dari perbuatan zalim kita. Seperti melakukan penebangan hutan secara membabi buta, eksplorasi tambang dan penggunaan energi berlebih. Sehingga membuat kita lalai dari mengingat Allah, sebagaimana kaum ‘Adn dan ‘Tsamud yang suka hura-hura ataupun kaum nabi Luth yang homoseksual.

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami azab karena dosa-dosanya, diantara mereka ada yang Kami timpakan kepada-nya hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan adapula yang kami tenggelamkan. Allah sama sekali tidak hendak menzalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri” (QS: Al ‘Ankabuut; 40)

Semoga kita bukan termasuk golongan yang berbuat zalim. Semoga kita senantiasa berbuat baik terhadap semua ciptaan Allah. Jangan sampai kita terlalu terlena dan cinta dunia, jangan sampai penyakit Wahn menjangkiti hati kita.

Fenomena alam juga bisa dimaknai sebagai Sunnatullah yang pasti berulang. Tinggal kita pelajari sejarah dan kita lihat apa yang menyebabkan suatu kaum di azab oleh Allah. Sehingga kita bisa menghindarinya.

Sebagaimana Allah telah mempergilirkan kedudukan suatu kaum secara bergantian supaya Allah mengetahui umatnya yang bersyukur ketika diatas dan yang bersabar ketika dibawah.

“…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri…” (QS: Ar-Ra’d; 11)

Salju di Palestina
Mari kita memaknai Sunnatullah dengan memperbaiki diri sendiri dan mengajak kebaikan kepada seluruh umat. Sehingga kita dijauhkan dari azab Allah yang ketika datang kita tidak ada lagi suatu penolong-pun.

Semoga apa yang manusia lakukan saat ini tidak mengganggu alam sehingga memaksanya menurunkan salju di negara gurun. Andai it terus terjadi, sesungguhnya hari kiamat telah dekat.







Read More

Khazanah Ensiklopedia Islam : Mengenal Hukum Waris

Khazanah Ensiklopedia Islam : Mengenal Hukum Waris
Edisi Selasa, 7 Januari 2014.

Mengenal Hukum Waris



Harta merupakan suatu perkara yang akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Allah pada hari perhitungan –yaumul hisab– kelak. Tentang bagaimana ia memperolehnya dan untuk apa ia membelanjakan-nya. Harta akan membawa kita ke Jannah jika diperuntukkan dalam hal kebaikan, dan akan menyeret kita ke neraka jika kita boros dan kikir.

Harta bukan-lah sesuatu yang abadi. Ketika telah habis umur yang telah Allah tetapkan kepada kita, harta benda akan kita tinggalkan untuk mereka yang masih ada di dunia. Harta tersebut ialah harta warisan. Dalam keberlangsungan hidup, kadang manusia bersikap rakus terhadap harta warisan. Bahkan gara-gara cekcok tersebut, mereka saling melukai satu sama lain.

Islam sebagai agama yang sempurna mengatur manusia telah menetapkan beberapa ketentuan pokok dalam mengatasi permasalahan harta warisan. Sebanyak tiga ayat dalam surah annisa mengatakan secara gambling bagaimana membagi suatu harta warisan. Ditambah beberapa hadits Rasulallah yang memperjelas hal tersebut.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia menganut undang-undang perdata warisan kolonial, hukum adat dan hukum islam sebagai landasan hukum waris. Namun, sejatinya hukum islam memiliki kedudukan yang paling belakang.

Kebanyakan, kasus perebutan hak waris diselesaikan dengan hukum warisan belanda yang mengadopsi hukum perancis yang merupakan warisan hukum romawi. Setelahnya berlaku hukum adat yang masih dipegang teguh oleh masyarakat. Sedangkan hukum islam hanya dilakukan oleh sebagian kecil orang yang ingin menggunakan-nya.

Sebagaimana hadits Rasulallah berikut

“Pelajarilah ilmu waris islam dan ajarkan-lah kepada orang lain. Sesungguhnya itu merupakan setengah dari ilmu. Karena ketahuilah, bahwa ilmu waris adalah ilmu yang pertama kali dicabut oleh Allah dari kaumku.”

Di arab ketika islam belum muncul. Hukum waris sangat diskriminatif dan menguntungkan laki-laki dewasa. Anak – anak kecil dan wanita tak mendapatkan bagian, bahkan wanita dijadikan objek waris. Naudzubillah. Hingga risalah islam datang dan memberikan kejelasan.

Akan tetapi, apa yang telah ditetapkan oleh Allah malah ditentang oleh sebagian masyarakat arab. Mereka mengatakan, “Wahai Rasul. Apakah kami harus memberikan hak waris kepada anak kecil dan perempuan. Sesungguhnya mereka tidak mampu menunggang kuda dan berperang membela kaum kami.”

Islam merupakan suatu keadilan. Dimana seorang anak kecil dan seorang wanita juga memiliki hak. Namun harus diperhatikan juga seberapa besar tanggung jawab yang ia miliki. Seorang laki-laki diwajibkan oleh Allah untuk menafkahi keluarga, maka ia berhak dua kali lipat daripada perempuan.

Logika-nya. Ahmed mendapatkan warisan 2 sedangkan Asiyah mendapat 1 bagian. Suatu waktu, Ahmed menikahi seorang wanita, sebagai seorang suami ia memberikan 1 bagian hartanya kepada istri. Sedang Asiyah dinikahi oleh seorang pemuda, sebagai seorang istri ia memperoleh hak (harta) dari sang suami. Jadilah harta Asiyah bertambah dan Ahmed berkurang. Masihkah seorang wanita memprotes hukum Allah atas perkara waris?

Allah berfirman melalui surah An-Nisaa’ ayat 11 dan 12 berikut :

“Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan*. Dan jika anak itu semuanya perempuan yang jumlahnya lebih dari dua, maka bagian mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Jika dia (anak perempuan) itu seorang saja, maka dia memperoleh setengah (harta yang ditinggalkan). Dan untuk kedua ibu bapak, bagian masing-masing seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika dia (yang meninggal) mempunyai anak. Jika dia (yang meninggal) tidak memiliki anak dan dia diwarisi oleh kedua ibu – bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga. Jika dia (yang meninggal) mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (pembagian-pembagian tersebut diatas) setelah (dipenuhi) wasiat yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) hutang. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih banyak manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.” (QS: An-Nisaa’ ; 11)

*Bagian laki-laki dua kali bagian perempuan adalah karena kewajiban laki-laki lebih berat dari perempuan, seperti kewajiban membayar mas kawin dan memberi nafkah


“Dan bagimu (suami-suami) adalah seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka (istri-istrimu) itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah (dipenuhi) wasiat yang mereka buat atau (dan setelah dibayar) utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) utang-utangmu. Jika seseorang meninggal, baik dia laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu) atau seorang saudara perempuan (seibu), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersama-sama dalam bagian yang sepertiga itu, setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya dengan tidak menyusahkan (kepada ahli waris)*. Demikianlah ketentuan Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.” (QS: An-Nisaa’ ; 12)  

*Menyusahkan kepada ahli waris ialah tindakan-tindakan seperti (a) mewasiatkan lebih dari sepertiga harta peninggalan; (b) berwasiat dengan maksud mengurangi harta wasiat. Sekalipun kurang dari sepertiga, jika ada niat mengurangi hak waris, juga tidak diperbolehkan.

Selain bersumber pada Al Qur’an, hukum waris Islam juga bersumber pada Hadits dan Ijtihad ulama. Kemudian menggolongkan ahli waris ke dalam tiga kategori, Ashabul Furut’s –hubungan darah– yang telah ditetapkan dalam ayat suci, Ashabul Nasabiyah –nasab/keluarga–, dan kerabat. Kedudukan hubungan darah yang paling atas, disusul nasab dan kerabat.

Jika tidak meninggalkan seorangpun untuk diwarisi, harta warisan menjadi hak negara –baitul mal– atau kas umat yang digunakan untuk kepentingan bersama.

Wallahu 'Alam.
Maaf jika ada salah kata.




Read More

Khazanah Ensiklopedia Islam : Ekonomi Jama’ah

Khazanah Ensiklopedia Islam : Ekonomi Jama’ah
Edisi Senin, 6 Januari 2014.

Ekonomi Jama’ah


Mari kita buka dengan memahami kandungan surah Al Baqarah ayat 195 berikut :

“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”

Harta merupakan suatu perkara yang telah diperintahkan oleh Allah untuk memahaminya dengan baik. Harta mampu mengantarkan manusia kepada surga, namun harta juga mampu membinasakan manusia ke dalam panas-nya jahanam. Sebaik – baik harta adalah yang diperuntukkan di jalan Allah (beramal).

Dewasa ini, sistem ekonomi sekuler telah menjerat banyak bangsa di dunia, tak terkecuali Indonesia. Perbankan dalam sistem ekonomi sekuler berciri khas liberal bertopang pada dua hal, yaitu utang dan riba. Perlu kita ketahui, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

Bagaiman cara perbankan konvensional mencekik?. Uang bank yang dipinjamkan dalam bentuk uang tunai maupun produk semisal KPR (rumah) akan dikenai bunga mengambang, yaitu bunga yang dapat berubah-ubah tiap tahunnya. Dan pastinya, akan terus naik di tiap kuartal.

Melihat sejarah, sistem perbankan sekuler merupakan buah pemikiran seorang Yahudi yang bernama Rosechild pada tahun1773. Ia mengkampanyekan uang kertas sebagai alat jual beli dan meninggalkan uang koin berbahan logam mulia. Saat itulah mulai dikenal istilah bunga.

Pada akhir perang dunia kedua, Amerika sebagai pihak pemenang mengokohkan perbankan sekuler dengan menjadikan dollar sebagai patokan nilai tukar antar mata uang di dunia. Pada saat negara eropa mengalami kerusakan akibat perang, Amerika datang memberikan bantuan keuangan untuk memperbaiki kondisi negara, namun dengan jumlah bunga yang besar. Saat itu lahir-lah IMF dan World Bank.

Dewasa ini, dugaan bahwa negara Amerika adalah boneka Yahudi untuk menguasai perekonomian dunia perlahan mulai terbukti. Lihat pada lembaran satu dollar Amerika, disana terdapat sebuah tanda pyramid  tak sempurna dan diatasnya terdapat ukiran satu buah bola mata. Penganut freemanson atau illuminati ini juga menambahkan kata Novus Ordo Secorum –tatanan dunia baru– dibawahnya.

Mari kita renungkan sejenak

Saya adalah seorang yang memiliki uang 100 juta. Ketika saya menabung ke bank konvensional, dalam setahun uang saya menjadi 105 juta. Tetapi, satu tahun lalu harga ayam 50.000 per kilogram. Sedangkan tahun ini sudah mencapai 100.000 rupiah. Apakah kita untung? Tidak.

Uang kertas lambat laun pasti akan mengalami inflasi. Nilai seratus ribu bisa untuk makan satu minggu ketika zaman Soeharto. Tetapi mungkin hanya tiga hari di zaman SBY. Jadi, sebuah kerugian besar jika kita menabung ke bank dalam bentuk uang kertas. Karena pasti akan mengalami penyusutan.

Berbeda dengan mata uang dinar –koin emas­– pada masa perkembangan islam. Nilai suatu mata uang dihitung berdasarkan nilai logam mulia yang terkandung didalamnya. Sehingga, nilai suatu mata uang terhadap barang tidak akan mengalami penyusutan.

Ketika kita memiliki uang, lebih baik kita investasikan ke dunia bisnis, lebih bagus lagi jika kita investasikan ke saudara sesama muslim yang sedang membutuhkan dana usaha. Islam mengharamkan riba –bunga­– sesuai perintah Allah. Tetapi islam mengenal sistim bagi hasil, dimana keuntungan dan kerugian ditanggung bersama oleh pengelola usaha dan pemilik modal, dengan kejujuran sebagai landasan-nya.

“Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan timbangan yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS: Al Israa’ ; 35)

Koperasi. Merupakan sebuah model perbankan yang sangat menjunjung tinggi nilai persamaan hak. Model perbankan karya Muhammad Hatta ini menjadikan semua anggota sebagai pemilik modal, artinya, modal berasal dari patungan seluruh anggota. Kemudian hasil dari koperasi akan dibagikan secara merata.

Koperasi atau ekonomi jama’ah merupakan model paling ideal. Tak ada satu dua orang yang paling diuntungkan. Semua modal dan hasil dibagi rata. Sehingga tak akan ada kesenjangan sosial seperti sekarang ini.

Di Indonesia, ada orang yang tidur di emperan pasar, ada pula yang tidur nyaman di apartemen. Ada yang meninggal gara-gara makan nasi basi, ada pula yang mengeluarkan uang jutaan hanya untuk mencicipi makanan di restoran berbintang. Ada yang putus sekolah, ada juga yang sekolah ke luar negeri dengan biaya orang tua.

Sesungguhnya perintah untuk bersikap adil dan tidak membeda-bedakan dalam membagi kesejahteraan sudah dijelaskan Allah dalam surah Al Hasyr (pengusiran) ayat ke tujuh berikut,

“Harta rampasan fa’ii yang diberikan Allah kepada RasulNya (yang berasal) dari penduduk beberapa negeri, adalah untuk Allah, Rasul kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan untuk orang-orang yang dalam perjalanan, agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sungguh, Allah sangat keras hukuman-Nya.”


Wallahu ‘Alam.
Sekian. Semoga bermanfaat.



Read More

Khazanah Ensiklopedia Islam : Konstantinopel

Khazanah Ensiklopedia Islam : Konstantinopel
Edisi Ahad, 5 Januari 2014.

Konstantinopel


Konstantinopel merupakan pusat pemerintahan imperium romawi timur, atau yang lebih tenar dengan nama Byzantium. Kota tersebut di bangun oleh kaisar Konstantine sebagai pusat peradaban kerajaan bercorak Kristen Orthodok tersebut. Terletak di sebuah daratan di bibir selat Bosporus dan diantara dua benua, eropa dan asia. Sekarang kita mengenalnya sebagai Istanbul, Turki.

Dalam persfektif islam, membicarakan Konstantinopel pasti turut dibahas pula Muhammad Al Fatih, sang penakhluk kota penting tersebut. Sebenarnya, berita tentang penakhlukan kota-kota penting di dunia sudah disabdakan oleh Rasulallah. Bahwasanya islam akan menaklukan Syam –Damaskus, Jerusalem–, Persia, dan Romawi.

Terbukti, ketika masa khalifah Umar, berkat kegigihan panglima perang Khalid bin Walid, Islam berhasil menyentuh Persia, Damaskus dan kota suci Al Quds, Jerusalem. Namun, Romawi yang berpusat di Roma belum bisa tersentuh hidayah islam sampai saat ini. Sudah menjadi tugas kita semua untuk mencetak generasi emas berakhlak agar nafas islam mampu berhembus di kota Roma.

Ada sebuah riwayat mengatakan bahwa ada seorang yang bertanya kepada Rasulallah : ”Wahai Rasulallah, kota mana dahulu yang akan ditaklukan oleh Islam, Konstantiniyyah –Konstantinopel– atau Rubyah –Roma–?” Rasul menjawab, “Konstantiniyyah”.

Muhammad Al Fatih
Suatu riwayat dari Ahmad bin Hanbal Al Musnad, Rasulallah bersabda: “Suatu saat Konstantiniyyah akan jatuh ke tangan kaum muslimin. Yang menaklukan adalah sebaik-baik pemimpin. Dan pasukan yang membelanya adalah sebaik-baik pasukan”.

Pertanda tersebut terbukti delapan abad setelahnya. Ketika Muhammad Al Fatih dari dinasti Ottoman Turki berhasil menembus beteng kokoh Konstantinopel. Ia meneruskan perjuangan sang ayah Beyazid, yang gagal mencapai kota.

Jauh sebelum mereka, upaya penaklukan sudah dilakukan oleh Abu Ayyub, dinasti Seljuk Turki. Ketika beliau tahu bahwa tidak akan berhasil, beliau memilih untuk menjadi syuhada dan berpesan “kuburkanlah aku di tempat paling jauh kaum muslimin mampu menembus Konstantinpel”. Akhirnya ia dimakamkan di dekat tembok Golden Horn, titik terjauh yang mampu ditembus kaum muslim saat itu.

 Dari beteng Golden Horn itulah gerbang penaklukan Konstantinopel terbuka lebar. Lewat armada angkatan air laut Ottoman, Al Fatih mampu menembus kokohnya dinding Konstantinopel. Penyerbuan akhir tersebut terjadi saat fajar mulai menyingsing, saat masyarakat Konstantinopel terjaga, mereka dikagetkan oleh suara gemuruh takbir dari arah selat Bosporus, “Allahu Akbar” menggema ke seluruh kota.

Akhirnya, setelah melalui pertempuran sengit kota Konstantinopel berhasil direbut kaum muslimin. Raja konstantine saat itu memilih ikut berperang dan mati terbunuh. Usai penaklukan, Al Fatih memasuki gereja Hagia Sofia dan menjamin keyakinan serta ibadah kaum Kristen Orthodok, sesuatu yang mengharukan hati sang pendeta. 

Hagia Sofia
Akhirnya Muhammad Al Fatih mampu menegakkan Islam di tanah Byzantium. Dan kemudian ia mengganti nama kota tersebut menjadi Islambul yang artinya kota Islam. Disana perkembangan perekonomian sangat pesat, ilmu pengetahuan juga sangat diperhatikan. 

Akhirnya berpuluh-puluh masjid didirikan di Islambul, sebagai bagian dari syi'ar agama. Sebagai balasan atas kemurahan hati Al Fatih, Hagia Sofia boleh dijadikan sebagai sebuah masjid pusat peradaban baru Ottoman, dengan ditambahi ornamen "Allah" dan "Muhammad" di dalamnya, serta membangun menara masjid bercorak Islam Turki.

Untuk info lebih tentang sosok Muhammad Al Fatih dan penaklukan Konstantinopel, buka link berikut: 


Misteri Rubyah (Roma)

Sampai sekarang masih menjadi misteri kapan islam mampu menancap kokoh di ibukota Italia tersebut. Namun menurut riwayat, suatu saat mereka akan ditaklukan bersama pembebasan Al Quds dari kedzoliman oleh Imam Mahdi dan pasukan jubah hitam dari Bani Ishak.

Menurut sebagian ulama, Bani Ishak yang dimaksud adalah kaum muslimin yang taat kepada Allah dan memegang teguh Al Qur’an dan As-Sunnah dari daerah timur, dari daerah Khurasan, sekarang daerah Pakistan, Afghanistan, Irak maupun Iran. Dan saat itu bangsa arab akan tersisihkan peranannya, karena mereka meninggalkan kaidah agama.

“… Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu.” (QS : Muhammad; 38).

Masjid -sekarang museum- Hagia Sofia, Istanbul
Mungkin saat ini kita dibilang orang gila jika berharap bahwa Bani Ishak yang membai’at setia kepada Imam Mahdi adalah dari Indonesia. Tetapi berdasarkan ayat diatas, semua kaum memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi kaum yang mulia dimata Allah dan dimata umat lain. Dengan satu syarat, berpegang teguh kepada Al Qur’an dan As-Sunnah.



Wallahu ‘Alam.




Read More

Khazanah Ensiklopedia Islam : Membaca Al Qur’an

Khazanah Ensiklopedia Islam : Membaca Al Qur’an
Edisi Jum’at, 3 Januari 2014.

 Membaca Al Qur'an

Jika ada pertanyaan buku apa yang paling banyak dimiliki di dunia? Jawabannya Al Qur’an. Jika ada pertanyaan buku apa yang paling banyak dibaca di dunia? Jawabannya adalah Al Qur’an. Dan jika ada pertanyaan buku apa yang paling berpengaruh di dunia? Tentu saja jawabannya Al Qur’an. Al Qur’an merupakan buku yang paling banyak dimiliki, dibaca dan berpengaruh di dunia.

 Khazanah episode kali ini membahas tentang sejarah penyusunan naskah mushaf Al Qur’an dan berbagai macam metode pengajarannya. Al Qur’an merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah melalui perantara malaikat Jibril kepada Rasulallah.

Surah Al – ‘Alaq ayat 1-5 merupakan wahyu pertama yang disampaikan Jibril kepada Muhammad di guwa Hira. Ketika itu Jibril berkata, “ Iqro’ “ bacalah, kemudian Muhammad berkata, “aku tidak bisa membaca”. Jibril mengulangi, “ Iqro’ ”, Muhammad tetap menjawab, “aku tak bisa membaca”, dan untuk ketiga kalinya Jibril kemudian berkata,

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (1), Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia (3). Yang mengajar (manusia) dengan kalam –pena– (4). Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (5).”
           Setelah wahyu pertama tersempaikan, sampai kurang lebih 23 tahun kedepan Jibril kerap mendatangi Rasulallah untuk menyampaikan wahyu Allah sampai Al Qur’an selesai disampaikan, saat peristiwa haji wada’ dengan turunnya ayat ke-3 surah Al Maa’idah.

Al Qur’an diturunkan ditengah-tengah masyarakat Quraishy yang sebagian besar masyarakatnya tidak bisa membaca. Namun, dibalik kekurangan tersebut, masyarakat arab saat itu terkenal akan kepandaiannya menghafal dan memiliki tingkat pemahaman ilmu syair yang tinggi. Karena itu-lah nabi awalnya tidak bisa membaca namun sangat pandai menghafal.

Pada masa wahyu Al Qur’an turun selama 23 tahun, beberapa sahabat dipercaya Rasulallah untuk menuliskan ayat Al Qur’an di batu, tulang, maupun kulit hewan. Seperti Ali bin Abi Thalib, Mu’awiyah, dan Zaid bin Tsabit. Sedang Rasulallah didatangi setiap sebulan sekali oleh malaikat Jibril untuk mengecek hafalan Al Qur’an nabi. Sehingga keaslian Al Qur’an akan tetap terjaga.

Penyusunan Mushaf

Sepeninggalan Rasulallah, pada saat kekhalifahan Abu Bakar terjadi peperangan dahsyat antara kaum muslimin melawan pemurtadan –keluar dari Islam– yang dipimpin seorang nabi palsu, Mushailamah. Usai perang, banyak sahabat penghafal Al Qur’an yang syahid. Kecemasan membelenggu  Umar bin Khattab karena semakin sedikitnya sahabat penghafal Al Qur’an.

Karena kondisi tersebut, Abu Bakar lantas membuat tim khusus penulisan mushaf Al Qur’an yang di isi oleh sahabat Zaid bin Tsabit. Walaupun Zaid seorang hafidz, namun dia tak serta merta menuangkan hafalannya kedalam mushaf. Dia tetap menuliskan Al Qur’an berdasarkan tulisan otentik zaman Rasulallah dan diiringi dengan hafalannya. Akhirnya tersusunlah Al Qur’an kedalam satu mushaf dan disimpan dengan baik oleh ummul mukminin, Hafshah binti Umar.

Semasa khalifah Utsman bin Affan, kekuasaan islam sudah mencapai daerah di luar arab. Kondisi yang berkembang ialah, masyarakat islam yang jauh dari madinah mempelajari Al Qur’an dari kabilah dagang madinah. Ketika mereka bertemu dengan kabilah dagang islam lainnya, mereka heran karena menjumpai ketidakcocokan dengan yang ia dapatkan sebelumnya.

Puncaknya, seorang muslim dari Yaman melaporkan terjadinya kerancuan tentang pembacaan ayat Al Qur’an disana. Oleh karena itu, Utsman bergegas meminta mushaf yang dibawa oleh Hafshah untuk kemudian disalin ulang sebanyak tujuh kali oleh Zaid. Keenamnya dijadikan rujukan penyalinan Al Qur’an dan dikirim ke daerah Mekkah, Syam, Yaman, Basrah, Iraq, Bahrain dan satu lagi disimpan di kota Madinah.

Peristiwa tersebut sejatinya sudah di tetapkan dalam Al Qur’an surah Al Hijr ayat 9,

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur’an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya*”
*ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Qur’an selama-lamanya.
Pada perkembangannya, Al Qur’an mengalami perkembangan. Namun BUKAN pada perubahan ayat dan makna Al Qur’an, tetapi lebih kepada harakat/tanda baca agar Al Qur’an lebih mudah dipelajari dan di ajarkan kepada orang lain.

Metode Pengajaran Al Qur’an

Ada banyak metode pengajaran Al Qur’an yang berkembang dari waktu ke waktu, semuanya di sesuaikan dengan lokasi, waktu dan masyarakat itu sendiri. Berikut beberapa metodenya :

1.      Metode Baghdadiyah
Merupakan metode belajar Al Qur’an yang berkembang di Baghdad, Iraq pada zaman dinasti Abbasyah. Metode ini mengajarkan Al Qur’an dari beberapa hal mudah ke sukar dari umum ke rinci.

2.      Metode Iqro’
Berkembang di Indonesia dan terdiri dari Iqro’ 1 – 6.

3.      Metode Qiro’-ati
Lebih menekankan pada pemahaman tartil Al Qur’an.

4.      Metode Al Barqy
Metode yang dikembangkan oleh seorang dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya pada tahun 1960.

5.      Metode Tilawati
Berkembang pada awal tahun 2000an.

6.      Metode Dirosa
Berkembang di daerah Gowa, Sulawesi pada tahun 2006. Kebanyakan cocok dengan orang dewasa yang belajar Al Qur’an.

7.      Metode Al Jauhar
Merupakan metode modern yang dikembangkan oleh ustad Arifin Nugroho beberapa tahun lalu. Metode ini menawarkan belajar Al Qur’an secara cepat. Metode yang digunakan sangat cocok dengan masyarakat melayu, karena menggunakan pendekatan huruf melayu ke dalam huruf arab. Misalkan antara huruf L dengan huruf Lam.


Maaf jika ada salah tulis. Maha benar Allah atas segala firmannya.

Wallahu ‘Alam.




Read More

Contact Us

Apakah anda tertarik dengan forum ini? Hubungi kami di 085642337440 -wahyu-. Salam Akhlak Mulia.



Designed By @wahyunurrohim